Kamal Info : 7 Keajaiban Dunia Kuno

1. Colossus Rodos

Colossus Rodos adalah patung Helios, yang terletak di pulau Rodos, Yunani, dibuat oleh Chares dari Lindos antara 292 dan 280 SM. Patung ini dianggap sebagai 7 keajaiban dunia kuno. Sebelum kehancurannya, patung ini berdiri lebih dari 30 meter, menjadikannya sebagai patung tertinggi dalam dunia kuno. Colossus Rodos memiliki tinggi yang hampir sama dengan Patung Liberty.

Berdasarkan sejarahnya, Yunani kuno terdiri dari polis yang memiliki peran dan kekuatan yang terbatas. Di pulau Rhodes, terdapat tiga polis yaitu Ialysos, Kamiros dan Lindos. Pada tahun 408 sebelum Masehi, mereka menyatukan diri dengan beribukota Rhodes. Kota bekas kekuasaan Alexander Agung tersebut sukses menjadi kota yang kaya dan memiliki ikatan yang kuat dengan sekutunya, Ptolemy I Soter, penguasa Mesir, salah satu pemimpin pengganti Alexander.

Tahun 305 sebelum Masehi, Antigous dari Makedonia yang juga lawan Ptolemy mengepung Rhodes dengan kekuatan 40000 tentara ditambah dengan bajak laut Aegea. Setelah pengepungan mengalami kegagalan dan perjanjian damai disepakati setahun kemudian, Antigous menarik pasukannya sambil meninggalkan kekayaan berupa perlengkapan perangnya. Untuk merayakannya, rakyat Rhodes menjual seluruhnya dan menggunakan uangnya untuk mendirikan patung yang amat besar di pelabuhan Mandraki bagi dewa matahari mereka, Helios.

Banyak yang menyangka Colossus didirikan dengan satu kaki berada pada sisi pelabuhan Mandraki dengan kaki lain berada pada sisi lainnya seperti gambar di atas. Sesungguhnya,dengan tinggi patung yang tidak sebandinng dengan lebar mulut pelabuhan, gambaran tersebut adalah mustahil. Selain itu, pembangunannya akan mengganggu lalu lintas pelabuhan dan kerubuhan patung itu kemudian akan menutup jalur pelabuhan. Pengkajian lebih lanjut memberikan gambaran bahwa patung tersebut didirikan beberapa puluh meter dari sisi timur tanjung pelabuhan Mandraki atau lebih jauh lagi.

Proyek tersebut dikoordinasi oleh pemahat Chares dari Lindos. Untuk mendirikan patung, perkerja-pekerjanya membuat kulit perunggu bagian luar. Fondasinya, kaki dan pergelangan kakinya yang terbuat dari marmer putih ditempatkan dahulu. Selanjutnya patung sedikit demi sedikit ditegakkan saat permukaan perunggu diperkuat dengan lapisan besi dan batu. Pada saat Collosus selesai dibuat, ia berdiri tegak setinggi 110 kaki (33 m). Pengerjaannya sendiri memakan waktu 12 tahun dan selesai pada tahun 282 sebelum Masehi. Setelah 56 tahun berdiri, pada tahun 226 sebelum Masehi terjadi gempa bumi yang mematahkan lutut patung tersebut. Tawaran langsung Ptolemy III Eurgetes untuk memperbaiki patung ditolak oleh penduduk Rhodes setelah Orakel melarangnya dengan mengatakan bahwa Helios sendiri yang mengirim gempa tersebut.

Sampai hampir 10 abad lamanya patung tersebut tergeletak. Pada tahun 654, Arab menyerang Rhodes. Mereka memecah-belah puing-puing Colossus dan menjualnya pada bangsa Yahudi dari Siria. Konon puing-puing itu diangkut menggunakan 900 ekor onta. Walaupun sudah tidak berbekas, Colossus menginspirasi artis modern seperti pemahat Perancis, Auguste Bartholdi yang membuat patung Liberty yang terkenal.

2. Taman Gantung Babylon

babilonia

Taman Gantung Babilonia adalah salah satu di antara tujuh keajaiban dunia kuno. Taman ini dibangunkan oleh Nebukadnezar II sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk isterinya, Amyitis. Lokasi taman ini sekarang berada di negara Iraq.

Kerajaan Babilonia mencapai puncak kejayaan pada pemerintahan raja Babilonia Baru, Naboplashar (tahun 625-605 sebelum Masehi) Putranya, Nebuchadnezzar II (tahun 604-562 sebelum Masehi) dikenal sebagai perintis pembangunan Taman Menggantung. Konon, taman ini dibangun untuk memenuhi keinginan istrinya, Amyitis, putri raja Midian yang rindu akan tanah airnya yang subur dan dipenuhi berbukit-bukit pepohonan yang hijau.

Banyak mencatat mengenai taman itu dibandingkan dengan orang Babilonia sendiri. Naskah-naskah pada pemerintahan Nebuchadnezzar II tidak memiliki satupun referensi mengenai taman itu, walau penjelasan mengenai istana, kota dan dinding kota banyak ditemukan. Bahkan sejarawan yang mencatat detail dari taman tersebut belum pernah melihat sosoknya. (saat ini, penulis sudah mulai meragukan teori keberadaan Taman Menggantung tersebut…)

Konon, saat pasukan Alexander Agung mencapai tanah subur Mesopotamia dan melihat Babilonia, mereka terkagum-kagum. Ketika mereka kembali, mereka menceritakan mengenai taman yang luar biasa dan pepohonan palem di Mesopotamia.. mengenai istana Nebuchadnezzar.. mengenai Menara Babel and ziggurat. Dan imajinasi dari penyair dan sejarawan kuno yang menyatukan cerita-cerita itu menjadi salah satu keajaiban dunia.

Beberapa misteri mengenai Taman Menggantung baru terpecahkan pada abad ke-20. Ahli arkeologi masih berusaha untuk mendapatkan cukup bukti sebelum mengambil kesimpulan akhir mengenai lokasi taman, sistem irigasinya, dan penampilan aslinya. Beberapa pengkajian bahkan menyatakan bahwa taman itu dibangun oleh Senaherib seratus tahun sebelum Nebuchadnezzar II.

3. Mausoleum Maussollos

Mausoleum Maussollos atau Mausoleum Halicarnassus, adalah makam yang dibangun antara 353 dan 350 SM di Halicarnassus (Bodrum, Turki kini) untuk Mausolus, empire Persia dan Artemisia II dari Caria, isterinya. Struktur ini dibina oleh arkitek Yunani, Satyrus dan Pythius.Mausoleum ini memiliki tinggi sekitar 45 meter.

Pada saat bangsa Persia memperluas kerajaan meliputi Mesopotamia, India utara, Siria, Mesir dan Asia Kecil, raja memerlukan bantuan pemimpin lokal untuk memerintah yang dikenal dengan sebutan Satrap. Kerajaan Caria dipimpin oleh satrap yang bernama Mausollos dari tahun 477 sampai 353 sebelum Masehi. Proyek ini dilakukan oleh istri sekaligus adiknya, Artemisia yang memanggil beberapa pematung terkenal seperti Scopas yang mengawasi pembangunan kuil Artemis, Bryaxis, Leochares dan Timotheus. Proyek ini selesai tahun 350 sebelum Masehi, 3 tahun setelah meninggalnya Mausollos dan setahun setelah Artemisia.

Bangunannya berbentuk persegi dengan alas berukuran 120 kaki (40 m) dengan 100 kaki (30 m). Lapisan fondasinya merupakan podium bertangga yang sisinya dihiasi dengan patung. Kamar makam dan peti batu dari batu pualam putih yang berhiaskan emas terletak di tengah podium yang dikelilingi pilar Ionik berjumlah 36 buah. Pilar-pilar yang satu sama lainnya diselingi patung-patung ini menyangga atap berupa piramida tingkat yang ujungnya dihiasi patung kereta yang ditarik empat kuda dikendarai oleh Mausollos dan istrinya, Artemisia.

Tinggi keseluruhannya 140 kaki (45 m) yang terdiri dari 60 kaki untuk podium bertangga, 38 kaki untuk pilar, 22 kaki untuk piramida, dan 20 kaki untuk patung kereta kuda. Keindahan Mausoleum tidak hanya pada strukturnya tetapi juga dekorasi dan patung-patungnya yang menghiasi sisi luar pada tiap tingkat podium dan atapnya. Terdapat patung singa, manusia, kuda dan binatang lain sampai seukuran lebih besar dari manusia.

Selama 16 abad, Mausoleum tetap berada dalam kondisi baik sampai beberapa gempa bumi meruntuhkan pilar dan keempat kuda kereta batu jatuh ke tanah. Sekitar tahun 1404, hanya dasar dari Mausoleum yang masih dikenali. Pada awal abad 15, Knight of St John dari Malta menyerang daerah tersebut dan mendirikan kastil yang sangat besar. Ketika mereka membentenginya tahun 1494, mereka menggunakan batu dari Mausoleum. Pada tahun 1522, hampir semua blok dari Mausoleum diruntuhkan dan digunakan untuk pembangunan benteng. Sejak abad 19 dilakukan penggalian oleh Charles Thomas Newton untuk menemukan gambaran bentuk dari Mausoleum.

Saat ini kastil besar itu masih berdiri di Bodrum, nama sekarang untuk Halicarnassus. Batu polesan dan blok marmer dari Mausoelum masih dapat terlihat pada dinding bentengnya. Beberapa pahatan yang masih dapat diselamatkan masih tersimpan di British Museum di London.

4. Rumah Api Iskandariah

Rumah Api Iskandariah atau Pharos Alexandria (dari bahasa Yunani) adalah sebuah rumah api yang dibangun pada abad ke-3 SM di pulau Pharos berdekatan dengan kota Iskandariah kuno, Mesir Kuno. Ketinggiannya dianggarkan melebihi 115 meter dan merupakan antara struktur tertinggi ciptaan manusia selama beratus-ratus tahun. Seorang penulis bernama Antipater dari Sidon telah menyenaraikannya dalam senarai Tujuh Keajaiban Dunianya.

Dia menjadi saksi pendirian kota Alexandria dan membangun ibukotanya di sana. Di seberang pantai Alexandria terdapat sebuah pulau kecil : Pharos yang terhubung ke kota Alexandria melalui suatu jalur sehingga kota memiliki pelabuhan ganda.

Pembangunan mercusuar dilakukan oleh Ptolemy Soter sekitar tahun 290 sebelum Masehi dan selesai 20 tahun kemudian pada masa pemerintahan putranya, Ptolemy Philadelphus. Sostratus,seorang ahli ilmu ukur ternama menjadi arsiteknya tetapi detail konstruksi bangunannya dilaksanakan di Perpustakaan Alexandria. Mercusuar Pharos merupakan mercusuar pertama di dunia, dan menjadi bangunan tertinggi di dunia kala itu dengan pengecualian Piramida. Mercusuar ini digunakan untuk menandai pelabuhan, dengan api pada malam hari dan sinar matahari pada siang hari.

Mercusuar itu terdiri dari 3 bagian besar. Yang terbawah merupakan bujur sangkar setinggi 183 kaki, di atasnya merupakan menara oktagonal dengan panjang sisi 60 kaki dan tinggi 90 kaki. Yang teratas berupa lingkaran setinggi 24 kaki. Keseluruhan tingginya 384 kaki setara dengan bangunan modern 40 lantai. Di atapnya terdapat patung dewa laut Yunani, Poseidon. Beberapa catatan kuno yang akurat mengenai mercusuar ini banyak ditemukan seperti gambaran menara dan lapisan marmer putihnya, penjelasan mengenai fungsi cermin besar di puncak mercusuar yang merefleksikan cahaya sampai sejauh 100 mil pada siang hari. Konon cermin juga dapat mendeteksi dan membakar kapal musuh dari pantulan sinar sebelum kapal-kapal tersebut mencapai pesisir.

Ketika bangsa Arab menguasai Mesir dan memindahkan ibukota ke Kairo, mercusuar tersebut masih tetap berjaya walaupun cerminnya telah dihancurkan. Pada tahun 956 gempa bumi menghancurkan Alexandria dan mengakibatkan kerusakan kecil pada mercusuar. Kemudian beberapa gempa pada tahun 1303 dan 1323 berturut – turut menghancurkan mercusuar itu. Akhirnya tahun 1480 ketika Qaitbay, sultan Mameluke Mesir ingin membangun benteng untuk pertahanan, puing-puing marmer dan batu mercusuar dihancurkan untuk benteng.

Walaupun mercusuar itu tidak bertahan sampai sekarang, pengaruhnya sebagai kemajuan teknologi maritim saat itu sangat besar. Berbagai bangsa di daerah Mediterania meniru prototipe monumen tersebut. Saat ini kata Pharos berarti mercusuar dalam beberapa bahasa di Eropah.

5. Piramid Agung Giza

Piramid Agung Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramidayang ada di Nekropolis Giza dan merupakan satu-satunya bangunan yang masih menjadi sebahagian dari Tujuh Keajaiban Dunia. Dipercaya bahwa ini dibina sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu ( Cheops) dan dibina selama lebih dari 20 tahun dan dianggarkan sekitar tahun 2560 SM. Piramid ini terkadang disebut sebagai Piramid Khufu

Berbeda dengan pandangan umumnya, hanya Piramida Besar Cheops (Khufu) yang menjadi keajaiban dunia, bukan ketiga-tiganya di kompleks piramida di Giza. Piramida tersebut dibangun oleh Pharaoh dinasti IV yang bernama Khufu sekitar tahun 2560 sebelum Masehi. Tradisi pembangunan piramida berawal dari pengembangan bangunan mastaba (platform) yang melapisi makam kekaisaran. Selanjutnya, penumpukan beberapa mastaba menjadi dasar pembangunan piramida, salah satunya piramida tingkat Raja Djoser di Saqqara, Mesir oleh arsitek terkenal, Imhotep.

Pembuatan Piramida Besar memakan waktu 20 tahun. Lokasi dipersiapkan, lalu blok batu diangkut dan ditempatkan. Pembungkus luar, yang lama kelamaan hilang terkikis, berguna untuk menghaluskan permukaan. Beberapa teori dikemukakan tentang bagaimana cara menempatkan blok-blok batu. Suatu teori menyatakan pembangunan jalur landai yang lurus maupun spiral selama pembuatan piramida. Jalur ini dilapisi lumpur dan air meringankan pemindahan blok – blok yang (mungkin) didorong atau ditarik sampai tempatnya. Teori lainnya menyebutkan penaruhan blok tersebut menggunakan pengungkit yang amat panjang dengan kaki bersudut sempit.

Sepanjang sejarah, piramida telah memancing imaginasi manusia. Selain pernah disebut “Lumbung Josef” dan “Bukit Firaun”, piramida juga menjadi bagian sejarah ketika Napoleon menguasai Mesir tahun 1798. Napoleon mengatakan “”Soldats! Du haut de ces Pyramides, 40 siècles nous contemplent”(Prajurit! Dari puncak piramida-piramida ini, sejarah 40 abad sedang mengamati pertempuran kita).

Saat ini, lokasi Piramida Besar beserta piramida yang lain dan Sphinx menjadi daerah wisata dekat dataran tinggi Giza. Juga terdapat di daerah ini museum Kapal Matahari yang misterius, ditemukan tahun 1954 sebelah selatan piramida. Kapal tersebut dikatakan dipakai untuk membawa jasad Khufu menuju kediaman terakhirnya, dan dipercaya sebagai media transportasi menuju kehidupan setelah mati.

6. Patung Zeus

Patung Zeus di Olympia adalah salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Patung ini dibuat oleh skulptor terkenal, Phidias (abad ke-5 SM) kira-kira tahun 432 SM di Olympia, Yunani. Patung yang terduduk, yang memiliki tinggi sekitar 12 meter, mengisi seluruh Kuil Zeus yang dibina sebagai rumah patung ini. Penyebab kehancuran patung ini hingga kini masih diperdebatkan.

Kalender Yunani kuno berawal pada tahun 776 sebelum Masehi saat Olimpiade pertama dimulai. Kuil Zeus yang dirancang oleh arsitek bernama Libon sekitar tahun 450 sebelum Masehi bergaya Doris dianggap terlalu sederhana. Solusinya adalah patung yang megah, yang kemudian menjadi tugas pematung Atena, Pheidias.

Pheidias memulai membuat patung sekitar tahun 440 sebelum Masehi. Beberapa tahun sebelumnya ia menemukan teknik membuat patung dari gading dan emas. Ini dapat dilakukan dengan mendirikan bingkai kayu yang di atasnya dilapisi logam dan gading sebagai penutup luarnya. Bengkel kerja Pheidias di Olimpia masih ada sampai sekarang, tempat dimana ia menggurat dan mengukir bagian-bagian terpisah dari patung sebelum digabungkan di kuil.

Ketika patung selesai, besarnya hampir menyamai tinggi kuil, seakan raja para dewa tersebut dapat meruntuhkan atap kuil apabila berdiri. Dasar dari patung sekitar 20 kaki (6,5 m) lebarnya dan 3 kaki (1 m) tingginya. Tinggi patung itu 40 kaki (13 m) setara dengan bangunan modern 4 lantai. Patung ini sangat tinggi sampai para pengunjung lebih menerangkan mengenai singasananya daripada patungnya. Kaki dari singasananya dihiasi patung-patung sphinx dan dewa seperti Apollo, Artemis, dan putra-putri Niobe.

Selama bertahun-tahun, kuil itu menjadi pusat pengunjung dan pemuja dari seluruh dunia. Pada abad 2 sebelum Masehi, kaisar Caligula mencuba membawa patung ke Roma, tetapi menemui kegagalan karena bingkai penyangga yang dibuat pekerja kaisar runtuh. Setelah Olimpiade dilarang tahun 391 oleh kaisar Theodosius I sebagai praktek berhala, kuil Zeus diperintahkan ditutup. Kota Olimpia kemudian diperburuk oleh gempa bumi, tanah longsor dan banjir, dan pada abad ke-5, kuil terbakar. Sebelumnya, patung Zeus telah dipindahkan oleh konglomerat Yunani ke istana di Constantinople. Di sana patung itu bertahan sampai dihancurkan api tahun 462. Sekarang tak ada yang tersisa selain batu dan puing fondasi bangunan dan pilar yang roboh di lokasi bekas kuil.

Beberapa duplikat patung ini dibuat, salah satunya prototipe di Kirene (Libya). Hanya saat ini tak ada satupun yang selamat.

7. Kuil Artemis

Kuil Artemis adalah kuil Yunani yang didirikan untuk Artemis, sekitar 550 SM di Efesus dibawah dinasti Achaemenid dari empire Persia. Kuil ini merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia kuno. Kini, kuil ini telah hancur.

Tugu pemujaan pertama bagi Artemis dibangun sekitar tahun 800 sebelum Masehi di daerah rawa sungai dekat Efesus. Kuil pertama bagi dewi kesuburan, alam dan perburuan, Artemis (disebut Diana oleh orang Romawi) terdiri dari sebagian batu keramat, kemungkinan meteorit. Kuil tersebut dihancurkan dan dibangun lagi beberapa kali sampai pada tahun 550 sebelum Masehi, seorang raja dari Lydia, Croesus menguasai Efesus dan beberapa kota Yunani di Asia Kecil. Pada penyerangan itu, kuil tersebut hancur.

Croesus membuktikan dirinya bijaksana dengan membiayai pembangunan kembali kuil tersebut. Ada beberapa versi yang menyatakan siapa sebenarnya arsitek perancang kuil tersebut. Satu sumber mengatakan arsitek kuil ini adalah Theodorus, yang lain mengatakan Chersiphron.

Kuil ini panjangnya 300 kaki (100 m) dan lebarnya 150 kaki (50 m) dengan luas 4 kali dari luas kuil sebelumnya. Sampai tahun 356 sebelum Masehi kuil ini menjadi kebanggaan Efesus. Di tahun tersebut, seorang pemuda Efesus bernama Herostratus membakar habis kuil karena ingin mencatatkan namanya di sejarah. Penduduk Efesus yang berang mengeluarkan dekrit agar siapapun yang menyebut nama Herostratus akan dihukum mati. (Hampir pasti bahwa hukuman bagi Herostratus lebih berat daripada ‘sekedar’ hukuman mati. Dipanggang, mungkin?)

Tidak lama kemudian, masih di lokasi rawa-rawa yang sama, penduduk Efesus kembali mengupayakan pembangunan kuil yang akan menjadi kuil terakhir yang pernah berdiri di Efesus. Arsitek kuil Artemis terakhir sekaligus terbesar ini adalah Scopas dari Paros. Fondasinya dibuat dari arang berlapis bulu domba yang membentang sepanjang 430 kaki (130 m) dan selebar 260 kaki (80 m). Kuil ini dibuat sepenuhnya dengan bahan dasar marmer. Sebanyak 127 pilar dibangun tegak lurus atas fondasinya dan 36 diantaranya dihiasi ukiran figur-figur dewa dan menjadi rumah bagi karya seni besar seperti empat patung perunggu wanita Amazon. Pliny, sejarawan Romawi mengatakan kuil ini dibangun selama 120 tahun tetapi para ahli menduga mungkin hanya separuhnya. Konon, Alexander Agung juga ikut membiayai pembangunan kuil tersebut.

Tahun 262 adalah tahun terakhir seseorang dapat melihat kuil ini secara utuh karena tahun itu orang-orang Gothik datang dan menghancurkannya. Penduduk Efesus bersumpah akan membangunnya kembali, tetapi pada awal abad keempat sebagian penduduknya telah menjadi Kristen dan mulai melupakannya. Akhirnya tahun 401, St. John Chrysostom meruntuhkan sisa-sisa kuil yang masih berdiri.

47 total views, 1 views today

Tags: ,

4 Enlightened Replies

Trackback  •  Comments RSS

  1. Kamal Mustafa says:

    Tq for visiting my website.

  2. nursing schools says:

    I’ve recently started a blog, the information you provide on this site has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work.

  3. Kamal Mustafa says:

    Tq for visiting my website

  4. This is a neat storypost.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

Top